Meningkatkan Kompetensi Guru Melaksanakan Pembelajaran Dalam Jaringan Melalui Pendampingan Berbasis In On In Service Di SDN 94 Kota Utara Kota Gorontalo

Yenimarlina Hasan

Abstract


Permasalahan dalam penelitian ini adalah “apakah kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran Dalam Jaringan Melalui Pendampingan In On In Service di SDN 94 Kota Utara akan meningkat?”. Tujuan dalam penelitian ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran dalam jaringan Melalui Pendampingan In On In Service.Peningkatan kompotensi guru menunjukkan hal yang sangat positif, hal ini terlihat dari Data yang diperoleh melalui pelaksanaan tindakan siklus I yaitu dari 8 orang guru yang kenai tindakan, diperoleh bahwa 6 orang atau 75% telah memiliki kompetensi yang baik dalam melaksanakan pembelajaran dalam jaringan. Hal ini membuktikan bahwa kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran Dalam Jaringan belum memenuhi kriteria yang ditetapkan yakni 80% dari seluruh guru. Dengan demikian pelaksanaan tindakan dalam penelitian harus dilanjutkan pada siklus II. Dari hasil perbaikan tersebut, nampak ada perubahan dari siklus sebelumnya yaitu pada siklus II terdapat 7 orang atau 87,5% telah memiliki kompetensi yang baik dalam dalam proses pembelajaran dalam jaringan.Dengan melihat data hasil penelitian tersebut, terlihat hasil nyata bahwa Melalui Pendampingan In On In Servicekompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran Dalam Jaringan meningkat.

Keywords


Kompetensi guru, pembelajaran dalam jaringan, in on in service

Full Text:

PDF

References


Badu A.M Abram. 2012. Disertasi Pengembangan Model Pelatihan Pendampingan dalam rangka peningkatan kompetensi pendamping (Studi pada Kelompok Usaha Konveksi Di Kota Gorontalo). Bandung: UPI

Bilfaqih, Y., & Qomarudin, M. N. (2015). Esensi Pengembangan Pembelajaran Daring. Yogyakarta: Deepublish.

Despa dkk, 2020. “Kesiapan Guru TK Menghadapi Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid-19” Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Vol 5. No.1

Depdiknas. (2005). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.

Fattah, Nanang. 2001. Manajemen personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : BPFE.

Majid, A. (2007). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosadakarya

Moore, J. L., Dickson-Deane, C., & Galyen, K. (2011). E-Learning, online learning, and distance learning environments: Are they the same? Internet and Higher Education

Hamalik, Oemar. 2007. Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan. Jakarta: Bumi Aksara

Kemendiknas (2011). Supervisi Akademik, suplemen materi pelatihan penguatan pengawas sekolah, Jakarta: Pusbangtendik BPSDM Pendidikan dan penjaminan mutu pendidikan.

Kuntarto, E. (2017). Keefektifan Model Pembelajaran Daring dalam Perkuliahan Bahasa Indonsesia di Perguruan Tinggi. Indonesian Language Education and Literature, 3(1), 99-110. 10.24235/ileal.v3i1.1820.

Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Suprayekti. 2003. Interaksi Belajar Mengajar. Jakarta. Direktorat Tenaga Kependidikan, Dikdasmen, Depdiknas

Sumantri dan Permana. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Maulana.

Tafonao, T. (2018). Peranan media pembelajaran dalam meningkatkan minat belajar mahasiswa. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 2(2), 103-114.




DOI: http://dx.doi.org/10.37905/dikmas.2.3.895-906.2022

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats
Publisher:
Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo
Jl. Soedirman No. 06 Gorontalo 96128 e-mail: jurnaldikmas@ung.ac.id