PEMAHAMAN KONSEP PENJUMLAHAN BILANGAN CACAH DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BLOCK DIENES DI SEKOLAH DASAR KELAS RENDAH

Samsiar Rivai

Abstract


Bilangan cacah boleh dikatakan sebagai bilangan yang paling dini dikenal oleh anak. Ketika anak-anak menginjak bangku sekolah, mereka sudah mengenal lambang dan bagaimana membunyikan suatu bilangan. Bahkan sebelum memasuki bangku sekolah banyak anak yang sudah mampu membilang secara urut dari satu hingga sepuluh. Meskipun kemampuan membilang itu tidak berarti bahwa anak sudah memahami atau menguasai aturan membilang, pengajaran matematika di sekolah dasar hendaknya tidak menghambat atau menghilangkan kemampuan yang sudah ada. Oleh karena itu menajdi tuntutan bagi seorang guru dan calon guru bagaimana mengembangkan pengetahuan anak tentang bilangan cacah sehingga bermanfaat bagi pemahaman materi-materi matematika atau pengethuan lainnya. Seorang guru harus memahami dengan baik bagaimana mengajarkan konsep matematika yang abstrak menjadi sesuatu yang konkret yang mudah dipahami oleh siswa. Untuk memudahkan anak belajar dari yang abstrak menjadi sesuatu yang konkret guru perlu menggunakan media yang menarik yang dapat diotak atik oleh anak.  Salah satu media yang dapat digunakan adalah media Block Dienes. Karena dengan media tersebut anak akan mudah memahami dan menguasai apa yang dipelajarinya. Perlu diingat, bahwa pengalaman anak diluar sekolah sewaktu mereka masih dalam usia prasekola, mempunyai sumbangan yang sangat besar dalam membentuk pemahaman mereka tentang bilangan cacah.

Full Text:

PDF

References


Alawiyah, T. 2015. Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Block Dienes Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Pokok Bahasan Penjumlahan Dan Penngurangan.Skripsi. Jakarta:Jursan PGMI Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Anonim. 2006. Pedoman Model Penilaian kelas Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: BP. Cipta Jaya

Dahar, W. R. 2006.. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Belajar

Djamarah,Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta

Hamalik, Oemar. 2010. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara

Herman Tatang, H, dkk. 2007. Pendidikan Matematika I. Bahn Belajar Mandiri Edisi Kesatu Bandung: UPI Press

Karim Muchtar A, dkk. 1996/1997. Pendidikan Matematika I.Depdikbud Dirjen Dikti Proyek pengembanganPendiddikan Guru Sekolah Dasar

Munadi, Yudhi 2012. Media Pembelajaran (sebuah pendekatan baru), (Jakarta : Gaung Persada,

Runtukahu, Tombokan 1996. Pengajaran Matematika Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta: Depdikbud PT Rosda Karya

Ruseffendi, E.T. 1979. Pengajaran Matematika Modern Untuk Orang Murid, Guru dan SPSG. Bandung : Tarsito,.

Ruseffendi, E.T. 2006. Pengantar kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito

Sadiman, S. A. dkk. (2008). Media Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafinndo Press.

Sanjaya, W. 2013. Penelitian Pendidikan Jenis, Metode dan Prosedur. Bandung

Suherman, Y, & Rochyadi, E 2011. Media Pembelajaran Dalam Pendidikan Inklusif, Sumsel: Depdikbud

Sundayana, Rostina. 2016. Media dan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika. Bandung: PT: Alfabeta

Suripto., J. Sugiarto., Sudwiyanto., M. Sinaga., H.M. Sidik. 2017. Terampil Berhitung Matematika untuk SD Kelas II. Jakarta:PT. Gelora Aksara Pratama

Susanto, A. (2014). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana

Uno, B.Hamsah. 2010. Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara

Indra, M.R. dan Ishnaningrum, I. (2015). “Efektifitas Penggunaan Media Ict dalam Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika.” Mifa Learning Journals. Vol 2, (3). hlm.198-199

Siregar, S. 2013. “Meningkatkan Pemahaman dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika dengan Menggunakan Software Graphmatica. Journal Penelitian, Vol 3, (1), hlm.1-9


Refbacks

  • There are currently no refbacks.