Inheritance Distribution in The Javanese Tondano Community

Sofyan Winandi Putra Bempa, Fenty U. Puluhulawa

Abstract


The purpose of this study was to analyze the inheritance distribution system of the Tondano Javanese people in the village of Tondano Reksonegoro and the settlement of inheritance disputes that occurred through the Alternative Dispute Resolution (ADR) for the Tondano Javanese community in Reksonegoro village, Tibawa district, Gorontalo regency. The nature of this research is descriptive qualitative with a socio-legal approach method—data obtained through direct interviews with subjects or informants. The data analysis technique consists of 4 steps: data collection, data reduction, data entry, and conclusion drawing or verification. The division of inheritance with a will is practiced by the
Tondano Javanese people in Reksonegoro Village, Tibawa District because there is a high possibility of disputes between the heirs. The division of inheritance with a will is also based on the suitability of the following three things, namely personal experience, seeing the surroundings/surroundings, and messages from parents. Results analysis of property dispute resolution through Alternative Dispute Resolution (ADR) in the Tondano community in Reksonegoro village, namely consultation, negotiation, and mediation. The three forms are widely used sequentially according to stages. The reasons for resolving property disputes through the Alternative Dispute Resolution (ADR) route are (1) upholding the principles of Ampit Watu Esa Pelayas, (2) Cultivating the cultural value of deliberation for consensus, (3) Upholding the value of gotong royong, (4) Reluctance towards settlement through court institutions, (5) Maintaining the pam or the good name and honor of the family, and (6) Preventing disputes from getting bigger and too long.


Keywords


Distribution of Inheritance; Will; Civil Law.

Full Text:

PDF PDF

References


Abdulkadir Muhammad, 2000. Hukum Perdata Indonesia, cetakan ke.3, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti,

Abdul Manan, 2008. Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia, Jakarta: Pranada Media.

Abu Zakariya Al-Atsari, 2008. Penuntun Ringkas Ilmu Faraidh/ Warisan, Bekasi: Pustaka Daar El-Salam

Asep Saepul Hamdi dan E. Bahruddin, 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi Dalam Pendidikan, C.V Budi Utama, Yogyakarta

Achmad Maulidi, 2020. Pengertian Sumber Data Primer dan Sumber Data Sekunder, Diposting oleh Pada Tanggal 9 Desember 2020, Diakses Pada https://www.kanalinfo.web.id, Pada Tanggal 17 Desember 2020, Pukul 06:36 WIB

Beni Ahmad Saebani, 2009 .Fiqh Mawaris,Bandung: CV. Pustaka Setia.

Barda Nawawi Arief, 2000. Kebijakan Legislatif dalam Penanggulangan Kejahatan dengan Pidana Penjara, Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.

Bima Cahya Setiawan, Liliek Istiqomah, Dyah Ochtorina Susanti.2016. Mediasi sebagai Salah Satu Alternatif Penyelesaian Sengketa Pembagian Harta Waris Menurut Hukum Islam. Jember. Universitas Negeri Jember

Bungaran Antonius Simanjuntak dan Soedjito Sosrodihardjo, 2014. Metode Penelitian Sosial Edisi Revisi, Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Jakarta.

Bushar Muhammad, 1981. Pokok-Pokok Hukum Adat, Jakarta: Pradnya Paramita.

Cik Hasan Bisri, dkk,1999. Kompilasi Hukum Islam, Pamulang Timur: PT. Logoswacana Ilmu,

Darwan Prinst, 1998. Hukum Acara Pidana Dalam Praktek, Djambatan, Jakarta.

Desti Herlia. 2009. Pembagian Harta Waris Pada Masyarakat Lampung Sebelum Muwaris Meninggal Dunia Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Pampangan Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran). Metro. Fakultas Syariah. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Effendi Perangin, 2010. Hukum Waris, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Eko Sugiarto,2015. Menyusun Proposal Penelitian Kualitatif : Skripsi dan Tesis, Suaka Media, Yogyakarta

Eman Suparman, 1985. Inti Sari Hukum Waris Indonesia, Bandung: Armico.

Ernawati, 2019. Penyelesaian Sengketa Waris Menurut Hukum Adat Bayan di Kecamatan Bayan Lombok Utara. Jurnal Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Mataram.

Eva Achjani Zulfa, 2010. Keadilan Restoratif Dan Revitalitasi Lembaga Adat Indonesia, Jurnal Kriminologi Indonesia, Volume 6 No II Agustus 2010

Hadikusuma HLM Hilman, 1993. Hukum Waris Adat, Bandung: Citra Aditya Bakti.

Hazairin, 1981. Hukum Kewarisan Bilateral menurut Qur‟an dan Hadist, Jakarta: Bina Aksara.

Husen Alting, 2020. Dinamika Hukum dalam Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat Atas Tanah, Yogyakarta: Laksbang Pressindo.

Husein Umar, 2009. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Idris Djakfar dan Taufik Yahya, 1995. Kompilasi Hukum Kewarisan, Jakarta: PT. Dunia Pustaka Jaya.

Joni Emirzon, 2001. Alternatif Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan Negosiasi, Mediasi, Konsultasi, & Abritrase, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kuncoroningkrat, 1992. Beberapa Pokok Antropologi, Jakarta : Dian Rakyat

Maidin Gultom, 2014. Perlindungan Hukum Terhadap Anak, Refika Aditama, Bandung

Manan Bagir, 2004. Hukum positif Indonesia satu kajian teoritik, Yogyakarta: FH UII Press

Mohammad Daud Ali, 2006. Hukum Islam : Pengantar Hukum Islam dan Tata Hukum Islam di Indonesia, Jakarta : PT. Raja Grafindo

Moleong, Lexy J. 2007, Metodologi Penelitian Kualitatif, Penerbit PT Remaja Rosdakarya Offset, Bandung.

Muchson, Statistik Deskriptif, Guepedia, Indonesia Penerbit Buku Online.

Muhammad Amin Suma, 2004. Hukum Keluarga Islam di Dunia Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Mushadi, 2007. Mediasi dan Resolusi Konflik di Indonesia, Walisongo Mediation Center, Semarang.

Megawati, 2016.Sistem Pelaksanaan Pembagian Harta Warisan Pada Masyarakat Islam di Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Makasar. Fakultas Syariah Dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Meylan M. Maramis, 2020. Analisis Penyelesaian Tindak Pidana Penganiayaan Melalui Pilihan Penyelesaian Sengketa Alternative Dispute Resolution, Jurnal Hukum Unsrat, ejournal.unsrat.ac.id, diakses 10 Desember 2020, Pukul 11.45 WIB

Pranoto Iskandar dan Yudi Junadi, 2011. Memahami Hukum di Indonesia, IMR Press, Cianjur,

Prawirohamidjojo R Soetojo, 2000. Hukum Waris Kodifikasi, Surabaya: Airlangga University Press

R. Otje Salman S. SH dan Mustofa Haffas, 2006. Hukum Waris Islam, Bandung: PT. Refika Aditama.

Sajuti Thalib, 2002. Hukum Kewarisan Islam Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika.

Soekamto Soejono, 1993. Pengantar Hukum Adat Indonesia, Jakarta: Rajawali.

Soepomo R, 1981. Bab-bab tentang Hukum Adat, Jakarta: Pradnya Paramita.

Subchan Bashori, 2009. Al-Faraidh Cara Mudah Memahami Hukum Waris Islam, Jakarta: Nusantara Publissher.

Suparman Usman, 1993. Ikhtisar Hukum Waris Menurut Kitab Undang-Undang hukum Perdata Burgerlijk Wetboek, Serang: Darul Ulum Press.

Surini Ahlan dan Nurul Elmiyah, 2005. Hukum Kewarisan Perdata Barat, Jakarta: Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Susanty Manalu Wira,2009. Eksistensi Penyelesaian Sengketa Alternatif pada Masyarakat Batak Toba (Studi di Kota Medan). Medan. Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara Medan

Syamsul Rijal Hamid, 2011. Buku Pintar Agama Islam, Bogor: Cahaya Salam.

Syarif Dahlan dan Iwan Haryanto, 2018. Eksistensi ADR dalam Penyelesaian Sengketa Harta Waris Pada Masyarakat Suku Samawa. Jurnal IUS | Vol VI | Nomor 2 | Agustus 2018 | hlm,324 IUS Kajian Hukum dan Keadilan

Taufan M, B. 2016, Sosiologi Hukum Islam Kajian Empirik Komunitas Sempalan, CV. Budi Utama,Yogyakarta,

Wiyarti Mg. Sri, 2000. Hukum Adat Dalam Pembinaan Hukum Nasional. Bagian B, Surakarta: Universitas Sebelas Maret.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Sofyan Winandi Putra Bempa, Fenty U. Puluhulawa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.